Saturday, January 29, 2011

terjun bebas (?)

Terjun bebas memang telihat mengasyikkan dan penuh tantangan,.
Tp bagaimana kalo yang terjun bebas itu mood kita? Hmm.. 
Seperti yang saya rasakan detik ini,.
Ketika kita harus tetap tersenyum dimana seseorang sedang berpikir memutar otak secara keras karena sedang menghadapi ujian,.
Ya. Fredy, teman, pacar, kakak, sekaligus sodara bagi saya ini sedang ujian.
Sulitnya memahami dan menghafal materi yang diujiankan memang terkadang membuat hati kesal, tanpa kesabaran memang semua tak akan tercapai, begitu juga tulisan-tulisan dalam hvs penuh berpuluh-puluh halaman..
Memang menyedihkan untuk melihatnya.,
Namun, saya harus tetap sadar, dan sabar, karena memotivasi dia adalah yang sangat dibutuhkan saat ini, meskipun sesekali saya terkena dampak kesibukan dan ke'rungsin'an dia saat mulai sulit mencerna semuanya..

#untuk fredy

menghampiri, namun tak memiliki ..

Seorang wanita impian yang dulu menghilang, kini muncul kabarnya,.
Jejaring sosial mempertemukan kita seperti sedia kala,.
Membawa kembali semua rasa yang dulu pernah kau beri setulus hati bersama angan dan cita-cita yang masih berkobar sedari dulu,.
Ya, kamu. .
Sebenarnya ingin aku pergi menjauh. Sulit rasanya jika akhirnya aku harus berjuang membuang rasa ini seperti pertama kali kau pergi.
Sesekali aku berteriak di tepi pantai yang berlomba suara dengan deburan ombak,
Agar mereka pun tahu aku marah, aku ingin mengeluarkan semua kekecewaanku bersama suaramu, bersama angin.
6 tahun sudah, susah.
6 tahun hilang, pergi.
6 tahun sirna, semu.
Seringkali aku mencoba menjalani dengan sosok lain yang menggambarkanku indah, namun bayangmu hadir, namun semu, karena aku tahu tak dapat kuharapkan lagi.
Tapi sekarang, kau lihat?
Kau mencariku?
Entah senang atu sedih rasaku.
Namun, aku mencoba mengindahkan saat saat ini bersamamu.

Kembali lagi kau menceritakan kepahitan yang sama untukku.
Perjodohan itu sebenarnya membuatku gila, saat itu.
Namun aku tak mengerti apa motifmu?
Mereka-reka aku mencerna alasanmu, mengawang-awang membaca pikiranmu, namun tetap hatiku yang melukis. Aku akan membahagiakanmu sebisaku. Sekuatku. Sampai pada akhirnya aku harus menghadapi hari pesakitan (bagiku) itu.

Kami berjalan di tempat dan latar yang berbeda dengan dulu.
Kini Terbuka. Dan samua tahu.
Sesekali terbisik celoteh ibu yang mengingatkanku akan bom waktu.
Ya, aku sadar, sangat sangat sadar.
Namun aku telah memilih, sudah memilih.

Tibalah saat hari pesakitan itu.
Betapa sadar aku telah berkali kali sakit namun mencobanya kembali, terus menerus.
Semua ini terasa candu, bagiku.
Sakit yang terasa mengebal dan seolah menghasilkan imun sendiri hagi hatiku.
kau menghampiri,, namun tak memiliki,,
Namun, aku masih tersenyum, bahagia, terutama melihatmu.



#untuk kaka tercinta,, yang tepisah hati dan cinta oleh seorang wanita :)

Saturday, January 22, 2011

hanya butuh bicara ..

ya kita hanya butuh bicara ..
dan selanjutnya mendengar ..
bukan terdiam,, dan hanya mendumal..
bukan hanya berbisik,, namun terasa sakit ..
bukan pergi mengumpat, dan sembunyii..


kita hanya butuh bicara..
dari hati, melalui hati..
tersampaikan oleh kata-kata yang mewakili cara..
bukan terdiam. . dan berbuah kebencian.

Friday, January 21, 2011

g a l a u .


biarlah malam mendengar hening karena nafasku .
dan esok pagi,  burung yang merajut semua keindahan di atas awan sana ..
dan daun daun akan tetap bergoyang menerbangkan senyuman di atas langit hati ..
dan biarkan, aku.. sendiri disini menatap semua kepahitan yang akan kutelan sendiri
tanpa harus aku tau dari mana datangnya ..

terlelap sejenak ..


seperti menari ..
alunan irama ini satu persatu semakin terasa ..
begitu indah hingga tak sadar aku menikmatinya dengan mata terpejam ..
terus.. terus.. dan terus menari ..
sesekali terdengar suara-suara kecil yang dengan manis berbisik ..
“menarilah..selagi kaki dan tanganmu kuat.. selagi hati dan pikiran masih bisa mengerti..”
namun perlahan ku tersadar ..
siapa aku?
ini bukan aku ..
bukan diriku ..
bantu aku keluar dari sini..
karena aku buta..
tak melihat .

r i n d u .


berniat lari dari kesepian ini 

jarak terlalu liar 

membuat mataku ini melihat sambil menerjang pilar pilar yang kau anggap kokoh 

membuat beberapa cahaya kecil sehingga tak gelap otakku bergerak 

sesekali aku meresapi beberapa ingatanku yang berangsur menghilang karena tak kunjung menemukanmu .. 

dan berteriak pada angin, bahwa ada rinduku.. beradu ..

Tuesday, January 11, 2011



Belajarlah dari sebuah cermin, dimana dia akan memperlihatkan dirimu yang sebenarnya dalam dunia nyata..


kamarku,,istanaku!

Selepas aktivitas seharian, tanpa saya sadari, kamar (kosan:tepatnya) menjadi sangat sangat istimewa bak ruang tidur istana megah dan kita hanya tinggal merebahkan tubuh di kasur dan bernapas lega dan sesekali mengingat semua yang kita lakukan hari ini.
Tentang semua keceriaan dan kekecewaan yang didapat. Tentang tawa dan candaan bersama teman yang semaikn hari semakin penuh mengisi ruang indah kenangan.


Terkadang saya lebih suka menyendiri, mendekam diri di kamar berjam-jam, hanya untuk sekedar mengerti diri sendiri dan introspeksi.
Bukan berniat untuk menjadi individualis ataupun bersikap skeptis, namun seringkali membutuhkan waktu untuk diri sendiri, mencoba tenang, membuat diri semakin nyaman.
Seringkali saya menempelkan catatan catatan berisi motivasi walaupun hanya ditulis pada 'time schedule'. Saya merasa sangat menghargai diri saya saat menuliskannya. Entah kenapa, tanpa tulisan-tulisan itu, berasa hampa *lebaydikit :p
Trus lagi, saya suka warna warna cerah yang membangkitkan semangat, karena saya percaya, kamar bisa membentuk pribadi dan karakter :) saat kita memulai aktivitas diluar, semua berangkat dari kamar, tempat kita tidur, istirahat, mendengarkan musik, dan masi banyak hal lain dan lebih tepatnya menyendiri.
So, bikin kamar jadi tempat yang paling nyaman bak istana, karena kamarku istanaku :)